RSS

Memalukan

Yang bisa kulakukan hanyalah diam. Tidak tahu lagi harus bagaimana. Hari yang selalu kunantikan kedatangannya malah bikin aku sakit sejadi-jadinya saat ia tiba.

Hari ini adalah hari seleksi olimpiade sains tingkat provinsi jambi. Harapanku akan kejujuran dan sportifitas dalam pelaksanaannya sangatlah tinggi. Tapi nyatanya, makhluk-makhluk curang itu kembali beraksi, bahkan lebih parah, sampe liat-liatan lembar jawaban.

JAMBI ! Kau pantas MALU punya SDM seperti mereka! SDM yang tidak bertanggung jawab. Maunya senang, maunya menang, maunya sukses, tapi semua didapat dengan cara yang sungguh HINA. 

Aku pun malu berada disekeliling mereka. Bolehlah saat pelatihan mereka menunjukkan keseriusan. Tapi orang-orang yang tak pernah kusangka berbuat hal seperti itu, malah ikut-ikutan jalan sesat makhluk-makhluk curang yang telah lama eksis di seleksi kota sebelumnya. Dengan MUKA TEMBOKnya mereka berani bertanya kanan-kiri, bahkan berdiskusi sesama mereka. Aku, Tia, dan Riska hanya bisa berdehem, menulis kata-kata "CHEATER!!" dan "MALU!!MALU!!MALU!!" pada kotak snack-ku dan mengarahkannya pada mereka, dan berbagai cara lain agar mereka diam. Tapi usaha kami sia-sia belaka. Mereka semakin menjadi.

Mereka pikir aku malu dengan menulis INI ??? TIDAK !

Mereka bisa bilang aku berdosa atas tulisan ini.. terserah! alangkah sotoy-nya mereka memvonis dosa atasku. ALLAH SWT tidak tidur ! DIA tau semua yang terjadi. DIA-lah yang punya kuasa atas pahala dan dosa. Dan jangan harap orang-orang yang melanggar perintah-NYA bisa dikasihani oleh-NYA. Toh yang kalian tau cuma bacaan istighfar. Kalian pikir kalian bisa masuk surga dengan kalimat itu saja? dengan sering mengucapkan kalimat istighfar itu orang bisa menilai kalian ingat pada-NYA. Sungguh, SADARILAH BAHWA HATI KALIAN SUDAH TERNODAI, lebih parahnya, TERTUTUP !

Justru aku ada disini untuk memberitahu khalayak bahwa hal ini benar adanya. Hal ini terjadi disini, di Kota Jambi. 

Aku kasihan dengan teman-teman dari kabupaten. Sudah datang jauh-jauh untuk berkompetisi, eh, malah dikalahkan dengan cara yang "najis" seperti itu.

Hey, ini Olimpiade Sains! Tahukah kalian bahwa scientist takkan melakukan hal seperti yang kalian lakukan? Hal yang sangat memalukan.

Bila nanti, saat hasilnya keluar, dan KALIAN MAKHLUK CURANG yang dikirim ke nasional,  MALULAH KALIAN ! Membawa nama Jambi dengan otak kosong dan moral tingkat jongkok. Aku bisa bayangkan betapa bodohnya wajah mereka saat diajak diskusi tentang geosains oleh anak provinsi lain. Karena makhluk-makhluk curang itu tak pernah menghargai ilmu dan kejujuran.

kan lucu sekali, saat pelatihan yang kalian lakukan hanyalah bermain, kalian anggap remeh ilmu yang tutor-tutor berikan, terus pas seleksi kalian bisa lulus ke tingkat nasional??? No, no, no. That's impossible kecuali kalian berlaku curang. Dan memang begitu adanya.

Di luar memang bisa kita berlaku sebaik mungkin, tapi disisi lain kita tak ubahnya seorang penipu yang menyakiti hati orang-orang. Sadarkah bahwa itu namanya MUNAFIK, eh?

Walaupun orang-orang tidak tahu akan hal ini, dan mereka menyalahkan perkataanku, aku akan diam. Karena aku percaya ALLAH SWT tidak tidur. DIA tahu semua yang terjadi. Dan DIA pasti menolong hamba-NYA yang terdzalimi.

Aku tidak takut akan semua perilaku kalian padaku. Aku tidak takut kalian jauhi. Aku hanya membela kebenaran. Aku malah takut berada dalam kesalahan apalagi jauh dari ALLAH SWT.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

4 komentar:

tari said...

Good, gak usah takut sama manusia! ini masalah kultur, mental, moral. muka dua en muka tembok berserak di mana2...

bubble_rynzzz said...

disss..
kita liat aja di kancah nasional..
masihkah buku berbicara saat ujian?
masihkah diskusi dapat diharapkan saat penentuan?

Zenith-Nadir said...

@k'tari: tentu kak!! Adz ga takut sm mereka..
@nisaa: ya ga mgkn lah.. yg jelas klo salah satu dari mreka msuk k tk. nasional, pasti gagal.. wong ilmunya ga ada koq.. modal curang doang..

rahayu wahab said...

hah...
memang bnayk org sperti mereka tersebar..dan parahnya mereka dengan bangga cekikikkan setelah mlkukannya

Post a Comment